Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Untuk yang Berbisnis Rental Mobil

Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Untuk yang Berbisnis Rental Mobil

Saat ini ada banyak sekali jenis bisnis yang mampu memberikan banyak keuntungan  salah satunya adalah bisnis rental mobil. Jika kota Anda memiliki banyak destinasi wisata yang bagus, indah dan terkenal di Indonesia, menjalankan binis rental mobil akan sangat menguntungkan, pasti setiap hari ada saja orang yang menyewa mobil untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut, apalagi jika tidak banyak akses kendaraan yang bisa digunakan.

Menjalankan bisnis rental mobil mungkin sangat menyenangkan, namun ada baiknya jika Anda memahami berbagai peraturan seputar bisnis online, tidak terkecuali mengetahui tentang akumulasi pajak tahunan dari seluruh kendaraan mobil yang Anda miliki untuk disewakan.

Untuk kendaraan keluarga  biasanya dikenakan pajak sekitar Rp. 3 juta, jadi bisa dihitung berapa besar pajak yang mesti dibayarkan jika mobil yang Anda miliki lebih dari satu. Selain itu, kini pemerintah menerapkan peraturan terbaru tentang pajak progresif kendaraan, tidak terkecuali kepemilikan mobil.

Apa Itu Pajak Progresif?

Pajak progresif merupakan pajak yang sistemnya dikenakan pada wajib pajak yang mempunyai kendaraan lebih dari satu, di mana nama dan alamat pemilik mobilnya sama. Baik kendaraan beroda dua ata beroda empat, makin banyak kendaraan yang dimiliki otomatis makin tinggi pula pajak yang dibayarkan. Sistem progresif ini cukup mirip dengan Pajak Penghasilan, di mana makin besar penghasilannya maka makin tinggi juga uang yang harus dikeluarkan untuk membayar pajak.

Bagaimana Cara Menghitung Pajak Progresif?

Bila Anda memiliki beberapa kendaraan untik direntalkan, maka bersiaplah untuk menyiapakan dana lebih untuk membayarkan pajak. Jika Anda baru pertama kali membayar pajak dengan sistem pajak progresif, maka alangkah baiknya Anda menghitung besaran biaya pajak yang perlu dibayarkan, jadi tidak kaget lagi ketika harus membayar nanti. Untuk pembayaran pajak progresif sendiri tidak bisa sembarang dilakukan, ada rumus perhitungan serta ketetapan persentase nilai pajak yang telah ditentukan sebelumnya oleh pemerintah. Berikut ini besaran pengutan pajak progresif untuk pemiliki mobil:

  • Kepemilikan mobil pertama akan dikenakan pajak 1.5%
  • Untuk mobil kedua dikenakan pajak 2%
  • Untuk kepemilikian mobil ketiga sebanyak 2.5%
  • Untuk mobil yang keempat, dikenakan persentase 3%
  • Setiap tambahan 1 mobil, maka otomatis akan dinaikkan sebanyak 0.5%

Sumber : jasa konsultan pajak jakarta

Berbagai Alasan Mengapa Tak Ada Peningkatan Gaji Hingga Sekarang

Berbagai Alasan Mengapa Tak Ada Peningkatan Gaji Hingga Sekarang

 

 Bekerja di perusahaan dan sudah menjadi karyawan tetap memang terlihat menyenangkan. Namun, apakah sudah layak gaji yang Anda peroleh sekarang ini? apakah Anda merasa selalu hidup dari gaji ke gaji? Padahal, pos pengeluaran sudah diatur dengan seketat mungkin, tetapi tetap saja hanya sekedar untuk bertahan hidup saja.

 

Hal ini bisa terjadi karena beberapa waktu terakhir Anda tak mengalami kenaikan gaji, sehingga jumlah pendapatan selalu tetap, sedangkan jumlah kebutuhan semakin lama menjadi semakin bertambah. Ada beberapa hal yang bisa membuat gaji Anda tak mengalami peningkatan.

 

Memiliki Kemampuan Kerja yang Standar

 

Anda sudah bekerja cukup lama serta tergolong sebagai pegawai senior di kantor. Tetapi ternyata hanya mempunyai kemampuan biasa saja, dapat dipastikan kenaikan gaji akan sulit diperoleh. Perusahaan membutuhkan karyawan yang serba bisa serta mempunyai kemampuan yang begitu luar biasa. Bahkan, Anda harus bisa menangani hal-hal yang mungkin tidak menjadi tugas Anda. Jika Anda hanya menjadi karyawan yang mempunyai kemampuan standar, perusahaan pun akan menghargai jumlah yang standar.

 

Sudah Merasa Nyaman dengan Kondisi Tempat Kerja

 

Anda memahami dengan baik bila perusahaan tak bisa membayar dengan layak, namun Anda tak ingin melirik peluang baru. Alasan yang terlontar adalah rasa nyaman serta kondisi kerja yang menyenangkan. Anda juga tidak bisa berpisah dengan rekan kerja yang kedekatannya sudah seperti keluarga. Kadang, perusahaan memang tidak bisa membayar gaji dengan jumlah yang lebih tinggi, tetapi, sebagai karyawan yang memiliki gaji dengan jumlah kecil, seperti tidak keberatan karena sudah nyaman di sana.

 

Tak Pernah Membahas Langsung dengan Atasan

 

Menerima gaji dengan jumlah kecil dalam kurun waktu lama dan tak pernah menanyakan pada atasan merupakan kesalahan yang sering dilakukan karyawan. Mungkin Anda juga menjadi salah satunya. Anda lebih merasa sungkan serta tak nyaman bertanya langsung, sedangkan atasan tak pernah merasakan kegelisahan Anda.

 

Tak Percaya Diri Pada Kemampuan Kerja

 

Anda sekarang mempunyai kemampuan kerja yang baik, Anda dapat berkembang mengikuti perusahaan dan cakap, namun Anda tidak percaya diri dengan kemampuan tersebut, sehingga tidak berani melakukan nego gaji dengan perusahaan.

Sumber Artikel : Hashtagoption

Penurunan Pajak UMKM Diharapkan Dapat Meningkatkan Jumlah PDB

Penurunan Pajak UMKM Diharapkan Dapat Meningkatkan Jumlah PDB

Salah satu jenis kebijakan baru pemerintah yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan UMKM sekaligus penurunan jumlah PPh yang sudah diberlakukan untuk mereka.

Ada pun penurunan PPh UMKM diharapkan bisa meningkatkan kontribusi mereka pada Pendapatan Domestik Bruto. Novani Karina Saputri selaku Peneliti Center for Indonesian Policy Studies berkata jika peningkatan jumlah PDB bisa saja disebabkan oleh makin banyaknya UMKM yang melek pajak dan membayar pajak tepat waktu.

Penurunan tarif pajak yang mencapai 0.5% akan menjadinilai insentif yangmencukupi untuk para pelaku UMKM mengingat penurunan ini terbilang cukup tinggi. Selain itu, dengan adanya penurunan pajak dibayar ini diharapkan bisa meningatkan keuntungan bersih juga meningkatkan kemampuan usaha UMKM jadi daya saingnya terus mengalami peningkatkan dari tahun ke tahun.

Insentif ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya UMKM baru di Indonesia. Dengan adanya tarif pajak yang ringan, diharapkan jika makin banyak orang yang tertarik untuk membuka usaha dan menjalankan UMKM untuk mendapatkan keuntungan.

Secara tidak langsung, pemerintah telah mendorong UMKM untuk menjalankan pembukuan yang bisa dipertanggung jawabkan nantinya. Novani mengatakan jika pemerintah telah beberapa kali melakukan revisi kebijakan perpajakan untuk menginsentif pelaku bisnis guna melakukan pembayaran pajak tepat waktu dan sesuai dengan kriteria dari wajib pajak.

Meskipun pada saat PP No 46 tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan yang asalnya dari usaha yang mana diterima wajib pajak yang mempunyai peredaran bruto tertentu, tidak langsung ditanggapi secara positif oleh para UMKM, namun semakin ke sini, kebijakan ini pun di sambut dengan sangat baik, apalagi telah terjadi revisi yakni penurunan tarif yang semulanya 1% menjadai 0.5%.

Salah satu hal yang mendorong pelaku UMKM tidak taat pajak dikarenakan biaya produksi, kebutuhan pribadi dan biaya lainnya yang dikeluarkan menipiskan keuntungan. Dan mengenai pajak yang dimaksudkan untuk pelaku usaha berbasis online, kebijakan ini akan diberlakukan dengan cara yang baik jadi tidak akan membani mereka. Diharapkan kebijakan pemerintah yang dilakukan saat ini bisa menggerak para pelaku bisnis UMKM untuk lebih transparan dalam membayar pajak.

Sumber Artikel : smconsult